Subscribe Us

header ads

Bid'ahnya Shalat Raghaib

Mayoritas ulama mazhab berpendapat tidak adanya amalan khusus untuk melakukan shalat Raghaib atau dzikir tertentu dan mereka menegaskan larangan melakukannya.

Berkata al imam Nawawi rahimahullah :

وهاتان الصلاتان بدعتان مذمومتان منكرتان قبيحتان، ولا تغتر بذكرهما في كتاب قوت القلوب والإحياء، وليس لأحد أن يستدل على شرعيتهما

"Dua shalat yang disebut dengan shalat raghaib ini, (yakni 12 rakaat antara maghrib dan isya di malam jumat pertama bulan Rajab. Dan juga shalat yang dilakukan di malam nisfu sya’ban 100 rakaat) keduanya adalah bid’ah yang tercela, bentuk kemungkaran yang buruk. Jangan tertipu dengan penyebutannya di dalam kitab Qut al Qulub dan dalam kitab Ihya. Tidak ada satupun yang bisa menunjukkan pensyariatan keduanya dari riwayat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam." (Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab (4/256)

Berkata al imam Ibnu Jauzi rahimahullah :

صلاة الرغائب موضوعة على رسول الله ﷺ وكذب عليه... وقد ذكروا على بدعيتهما وكراهيتهما عدة وجوه منها: أن الصحابة والتابعين ومن بعدهم من الأئمة المجتهدين لم ينقل عنهم هاتان الصلاتان، فلو كانتا مشروعتين لما فاتتا السلف، وإنما حدثتا بعد الأربعمائة

“Shalat Raghaib adalah pemalsuan atas Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan kedustaan kepada beliau... Dan telah disebutkan kebid’ahan dan dibencinya shalat ini dalam sejumlah dalil diantaranya : Bahwa para shahabat, tabi’in dan ulama setelahnya dari para mujtahid tidak ada nukilan bahwa mereka pernah mengerjakannya.

Seandainya itu disyariatkan, tentu kaum salaf tidak akan meninggalkannya. Sesungguhnya ini (shalat Raghaib) baru muncul setelah tahun 400 H. ” (Al Maudhu’at li Ibnu Jauzi (2/124)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,

"وَصَلَاةُ الرَّغَائِبِ بِدْعَةٌ مُحْدَثَةٌ لَمْ يُصَلِّهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا أَحَدٌ مِنْ السَّلَفِ، وَأَمَّا لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَفِيهَا فَضْلٌ، وَكَانَ فِي السَّلَفِ مَنْ يُصَلِّي فِيهَا، لَكِنَّ الِاجْتِمَاعَ فِيهَا لِإِحْيَائِهَا فِي الْمَسَاجِدِ بِدْعَةٌ وَكَذَلِكَ الصَّلَاةُ الْأَلْفِيَّةُ."

"Dan shalat Raghaib adalah bid'ah yang diada-adakan. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tidak pernah shalat seperti itu dan tidak ada seorang pun dari salaf melakukannya. Adapun malam pertengahan di bulan Sya'ban, di dalamnya terdapat keutamaan, dulu di antara kaum salaf (orang yang terdahulu) ada yang shalat di malam tersebut. Akan tetapi, berkumpul-kumpul di malam tersebut untuk menghidupkan masjid-masjid adalah bid'ah, begitu pula dengan shalat alfiyah." (al-Fatawa al-Kubra, 5/344)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah ta'ala mengatakan :

صلاة في أول ليلة جمعة من رجب بين المغرب والعشاء يسمونها صلاة الرغائب اثنتا عشرة ركعة لا صحة لها، وحديثها موضوع مكذوب.

"Shalat yang ada pada awal malam Jum'at dari bulan Rajab antara Maghrib dan isya yang mereka menamakannya dengan shalat Raghaib 12 raka'at adalah tidak shahih padanya dan haditsnya adalah palsu dan dusta". (Majmu' Al-Fatawa 22/277)

Wallahu'alam

Posting Komentar

0 Komentar