Oleh : Asy Syaikh Al Allamah Zaid Bin Muhammad Hadi Al Madkhali rahimahullah
Pertanyaan :
متى يكون الرجل حزبيا؟
Kapan seseorang dikatakan sebagai hizbi ?
Jawaban :
هذا السؤالُ يحتاج إلى بسط في الجواب -ولا يوجد عندي فراغ لذلك- ولكنْ؛ سأدلك على بعض العلامات التي يُعرَف بها الحزبي سواء كان رأسا أو تابعا إمَّعَة، فيما يلي:
"Pertanyaan ini butuh dijawab secara terperinci namun aku tidak memiliki waktu luang untuk itu, akan tetapi aku akan menunjukkan kepadamu sebagian tanda-tanda yang dengannya bisa diketahui keadaan seseorang sebagai hizbi baik ia sebagai tokoh atau sebagai pengikut, yaitu sebagai berikut :
بانضمامه إلى جماعة معينة لها منهجها الخاص بها المخالفُ لمنهج السلف أهلِ الحديث والأثر كجماعة الإخوان وفصائلها
وجماعة التبليغ والمتعاطفين معها.
وانتصاره لحزبها أو جماعته بحق وبباطل
Bergabung dengan kelompok tertentu yang memiliki manhaj khusus yang menyelisihi manhaj salaf ahlil hadits wal atsar seperti kelompok Ikhwanul Muslimin beserta anak-anak cabangnya dan Jama'ah Tabligh dan orang-orang yang condong kepada mereka serta membela kelompok tersebut dengan kebenaran maupun kebatilan.
مجالسته ومَشْيُه مع إحدى الجماعات السالفةِ الذكر وغيرِها من أهل الانحراف في العقيدة والعمل سواءً كان جماعة أو كان فردا تابعا أو متبوعا
Duduk dan berjalan bersama salah satu kelompok yang telah lewat penyebutannya dan kelompok lainnya dari kelompok-kelompok yang menyimpang dalam hal aqidah dan amalan, baik mereka suatu kelompok maupun individu pengikut atau yang diikuti.
نقده لأهل السنة، وتَغيُّر وجهه إذا سمع رَدَّ من يرد على الحزبيين المعاصرين أصحابِ التنظيمات السِّرِّية والتكتلات الخفية
Mengkritisi Ahlussunnah dan berubah wajahnya jika ia mendengar bantahan orang yang membantah terhadap hizbiyyin masa ini yang memiliki jaringan-jaringan rahasia.
وقوعه في أعراض الدعاة إلى التمسك بما عليه أهل الأثر من طاعة الله وطاعة رسوله -صلى الله عليه وسلم- وطاعة ولاة أمور المسلمين السائرين على نهج السلف
Menjatuhkan kehormatan para da'i yang mengajak kepada sikap berpegang teguh dengan jalan ahlul atsar berupa ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada RasulNya Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan ketaatan kepada para penguasa kaum muslimin yang berjalan di atas jalan salaf.
وقوعه في أعراض ولاة الأمر ومحبةُ من يُشَهِّرون بهم في كتبهم وأشرطتهم ومجالسهم
Mencela kehormatan para penguasa kaum muslimin dan menyukai orang yang menyebutkan kejelekan para penguasa tersebut secara terang-terangan di buju-buku, kaset-kaset dan di majelis-majelis.
هجومه على العلماء الذين لم يثوروا على الحكام حال وقوعهم في الخطأ فيصفهم بالمداهنة ونحوها من الرزايا التي لا يطلقها على العلماء الربانيين إلا مرضى القلوب وسفهاء الأحلام
Menyerang para ulama yang tidak mau memberontak penguasa ketika para penguasa terjatuh dalam kesalahan dan menyifati mereka dengan sifat-sifat yang tidaklah memberikannya kepada para ulama melainkan orang-orang yang sakit hatinya lagi dungu pikirannya.
حُبُّهُ للأناشيد والتمثيليات ودفاعُه الحارُّ عنها وعن أهلها وما أكثر وجودها في صفوف الإخوان المسلمين؛ فهي متعة قادتهم وجنودهم من الشباب المساكين المغرورين والشابات الضعيفات المغرورات أعادهم الله إلى رحاب الحق أجمعين)
Menyukai nasyid-nasyid dan film-film dan membelanya serta membela para pelakunya.
Dan alangkah banyaknya hal tersebut tersebut di barisan kelompok Ikhwanul Muslimin dan itu merupakan hiburan para pemimpin mereka dan para pengikut mereka dari kalangan para pemuda dan para pemudi yang lemah lagi tertipu semoga Allah mengembalikan mereka semuanya kepada kebenaran.
___
Al Iqdul Munadhdhad Al Jadid 1/43-44
Wallahu'alam

0 Komentar