Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhaa, bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah menceritakan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang sebuah gereja yang mereka lihat di negeri Habasyah, di dalamnya terdapat gambar-gambar.
Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun bersabda :
«إِنَّ أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ، بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِيكَ الصُّوَرَ، أُولَئِكَ شِرَارُ الخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ القِيَامَة»
“Sesungguhnya mereka itu, apabila di antara mereka ada seorang lelaki shaleh lalu ia meninggal dunia, mereka membangun masjid di atas kuburnya dan membuat gambar-gambar tersebut di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah pada hari Kiamat.” (Shahih al-Bukhari no. 3873)
Al-‘Allaamah Fadhilatusy Syaikh Shalih al-Fauzaan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah berkata :
في الحديث دليل على أن الذين يتخذون القبور مساجد شرار الخلق،
فالذين يفعلون هذا الفعل سواء كانوا من اليهود أو من النصارى أو من المنتسبين إلى الإسلام هم شر الخلق، لا أحد شر منهم، والعياذ بالله.
“Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid adalah seburuk-buruk makhluk.
Maka siapa pun yang melakukan perbuatan ini—baik dari kalangan Yahudi, Nasrani, maupun orang-orang yang menisbatkan diri kepada Islam—mereka adalah seburuk-buruk makhluk. Tidak ada yang lebih buruk dari mereka, wal ‘iyaadzubillaah.” (I‘aanatul Mustafid bi Syarh Kitaab at-Tauhiid (1/298)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta'ala berkata :
بِناء المَساجـد على القبور ليس من دين المسلمين، بل هـو منـهي عنه بالنصوص الثابتة عن النبي - صلى الله عليه وسلم - واتفاق أئمة الدين
بل لا يجوز اتخاذ القبور مساجد سواء كان ذلك ببناء المسجد عليـها أو بقصد الصلاة عندها بل أئمة الدين متفقون على النـهي عن ذلك.
“Membangun masjid di atas kuburan bukanlah bagian dari agama Islam, bahkan hal itu dilarang berdasarkan nash-nash yang shahih dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa sallam dan kesepakatan para imam agama ini.
Bahkan tidak boleh menjadikan kuburan sebagai masjid, baik dengan membangun masjid di atasnya maupun dengan sengaja shalat di sisinya. Para imam sepakat akan larangan hal tersebut.” (Majmuu‘ al-Fataawaa (27/488)
Wallahu'alam

0 Komentar