Berkata Al-'Allamah Fadhilatusy Syaikh Hamd bin Nashir bin Utsman Alu Mu'ammar rahimahullah ta'ala :
فإن الشرك بقير الرجل الذي يُعْتَقَد صَلاحه أقرب إلى النفوس من الشرك بخشبة أو حجر
"Sesungguhnya kesyirikan dengan perantara seorang lelaki yang diyakini keshalihannya lebih dekat diterima oleh jiwa manusia daripada kesyirikan dengan sebatang kayu atau sebuah batu.
ولهذا تجد أهل الشرك كثيراً يتضرعُونَ عِنْدَهَا، ويخْشونها، وَيَعْبُدُونَهَا بِقلوبهم عِبَادَةً لا يَفْعَلُونها في بيوت الله، ولا وقت السحر
Oleh karena itu, engkau dapati para pelaku kesyirikan banyak berdoa dengan penuh kerendahan di sisi kuburan, takut kepadanya, dan beribadah kepadanya dengan hati—suatu bentuk ibadah yang tidak mereka lakukan di rumah-rumah Allah, dan tidak pula pada waktu sahur (dimana waktu sahur adalah waktu mustajab berdo'a)
ومنهم من يسجد لها وأكثرهم يرجون من بركة الصلاة عِنْدَها ما لا يَرْجُونَ في المساجد .
Sebagian dari mereka bahkan bersujud kepada kuburan, dan kebanyakan mereka mengharap keberkahan shalat di sisi kuburan melebihi apa yang mereka harapkan di masjid-masjid.
فلأجل هذه المفسدةِ حَسَمَ النَّبِيُّ ﷺ مادتها، حتى نهى عن الصلاة وقت طلوع الشمس، وإن لم يقصد ما قصدة المشركون
Karena kerusakan (mafsadah) inilah, Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menutup seluruh pintunya, sampai-sampai beliau melarang shalat pada waktu terbit matahari, meskipun orang yang shalat pada waktu itu tidak bermaksud seperti maksud kaum musyrikin—sebagai bentuk saddu dzari'ah.
قال إبن تيمية : وأما إن قصد الرجل بالصلاة عند القبر تبركا بالصلاة في تلك البقعة فهذا عَيْنَ المحادة لله ورسوله ، والمخالفة لدينه، و ابتداع دين لم يأذن به الله
Ibnu Taimiyah rahimahullah ta'ala berkata :
“Adapun apabila seseorang sengaja shalat di sisi kubur untuk mencari berkah dengan shalat di tempat tersebut, maka hal itu merupakan bentuk permusuhan yang nyata terhadap Allah dan Rasul-Nya, penyelisihan terhadap agama-Nya, serta membuat-buat syari'at agama yang tidak diizinkan oleh Allah.”
فإن المسلمين قد أجمعوا على أن الصلاة عند القبور منهي عنها، وأنه لعن من اتخذها مساجد
Karena sesungguhnya kaum muslimin telah bersepakat bahwa shalat di sisi kuburan adalah terlarang, dan bahwa orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid telah dilaknat."
___
Ar-Raad 'ala Quburiyyin hal: 159)
Wallahu'alam

0 Komentar