Subscribe Us

header ads

Macam - Macam Tauhid


Oleh : Fatwa Al-Lajnah Ad-Daa’imah

Pertanyaan :

Apa saja pembagian tauhid mohon diterangkan bersama dengan pengertian setiap macamnya?

Jawaban :

Macam-macam tauhid itu ada tiga :  Tauhid rububiyah, Tauhid uluhiyah dan tauhid Al-Asma was Sifaat.

1. Adapun Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah dalam penciptaan, memberi rezeki, menghidupkan, mematikan dan seluruh macam-macam pengaturan pada Kerajaan langit dan bumi. Mengesakan Dia dalam menetapkan hukum dan membuat syariat, dalam mengutus para rasul, menurunkan Kitab-kitab.

Dalilnya adalah Allah Ta’ala berfirman :

أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ

“Ingatlah! Segala penciptaan dan perintah menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.” (Surah Al-A’raf : 54)

2. Tauhid uluhiyah, adalah mengesakan Allah dalam beribadah, maka tidak boleh beribadah kepada selain Allah, tidak boleh berdoa kepada selain Allah, tidak boleh ber-istigasah (minta tolong saat darurat) kepada selain Allah, tidak boleh minta tolong kecuali kepada Allah, tidak bernadzar kecuali untukNya dan tidak menyembelih kecuali untukNya.

Allah Ta’ala berfirman :

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ

“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb seluruh alam.” (Surah Al-An’am : 162)

Allah Ta’ala juga berfirman :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

“Maka shalatlah kamu untuk Rabbmu dan sembelihlah.” (Surah Al-Kautsar : 2)

3. Tauhid Al-Asmaa was sifat, yaitu mensifati dan menamai Allah dengan apa yang Dia namakan dan sifatkan DiriNya atau dengan apa yang Rasulullah sifatkan dan namakan diri Allah dalam hadits-hadits shahih,  menetapkan itu semua tanpa :

- menyerupakan dengan MakhlukNya.
- memisalkan dengan makhlukNya
- menyelewengkan makna dan lafadz
- menolak (nama dan sifatNya).

Allah semata tempat meminta Taufik semoga shalawat dan salam terlimpah kepada nabi kita Muhammad keluarganya dan para sahabatnya.

___

Fatawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah 1/15

Wallahu'alam

Posting Komentar

0 Komentar