Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ditanya,
هل يصح الوضوء والإنسان متعرٍ تماماً بعد استحمامه في مكانٍ واحد؟
Sahkah wudhu dalam kondisi seseorang telanjang bulat setelah mandi pada satu tempat?
Beliau menjawab :
لا نعلم حرجاً في ذلك، إذا توضأ وهو عاري لا حرج في ذلك، وإن لبس وتوضأ فهو أحسن وأكمل. بارك الله فيكم
Kami tidak mengetahui adanya masalah dalam hal itu. Apabila dia berwudhu dalam kondisi telanjang tidak masalah pada hal tersebut, namun apabila dia berpakaian lalu berwudhu, maka itu lebih baik dan sempurna. Barakallahu fykum (Sumber : klik disini)
Lantas bagaimana dengan seseorang yang selesai mandi junub dan hendak berwudhu, apakah dia berwudhu dalam kondisi telanjang atau memakai pakaian terlebih dahulu sebelum berwudhu?
Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah ditanya,
اغتسل رجل من الجنابة وبعدها فهل يتوضأ وهو متكشف، أو عليه أنه يلبس اللباس ويتوضأ؟
Seseorang mandi junub dan setelahnya apakah dia berwudhu dalam kondisi telanjang atau hendaknya dia memakai pakaian lalu berwudhu?
Jawaban beliau :
اعلم بارك الله فيك: أن العري إنما يكون عند الحاجة فقط، ولا حاجة به أن يبقى عرياناً حتى يتوضأ، فليلبس الثياب ثم ليتوضأ، أما الوضوء الذي قبل الاغتسال فمعلوم أنه سوف يخلع ثوبه ثم يشرع في الاغتسال وهو مسبوق بالوضوء وهذا لا يضر.
Ketahuilah -barakallahu fiik- bahwa telanjang itu hanyalah terjadi ketika diperlukan saja. Sehingga tidak perlu tetap telanjang hingga berwudhu, hendaklah dia mengenakan pakaian kemudian berwudhu.
Adapun berwudhu sebelum mandi, maka tentunya dia akan melepas pakaiannya kemudian memulai mandi dalam kondisi wudhu terlebih dulu. Hal ini tidak masalah. (Liqa' Al-Bab al-Maftuh 22)
Sebagaimana disebutkan di dalam hadits di bawah ini :
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنْ قَدْ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma , dia berkata: Kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam apabila menghendaki mandi dari sebab janabat, Beliau mulai, yaitu: mencuci kedua tangannya, kemudian menuangkan air dengan tangan kanannya pada tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat. Kemudian Beliau mengambil air lalu memasukkan jari-jarinya pada pangkal rambut, sehingga ketika Beliau telah melihat bahwa beliau telah melakukan kewajiban (menyela-nyelai rambut-pen), Beliau menuangkan air pada kepalanya tiga kali tuangan sepenuh telapak tangan. Kemudian Beliau mengguyur seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua kakinya. (Hadits Riwayat Muslim, no: 316)
Maka nampak dari tata cara mandi junub Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memulai berwudhu sebelum mandi junub dalam keadaan tidak berpakaian.
Wallahu'alam

0 Komentar