Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah mengatakan,
"قيام رمضان شُرع فقط لزيادة التقرب إلى الله عز وجل بصلاة القيام , ولذلك فلا نرى نحن أن نجعل صلاة التراويح يخالطها شيء من العلم والتعليم ونحو ذلك , وإنما ينبغي أن تكون صلاة القيام محض العبادة , أما العلم فله زمن , لا يحدد بزمن , وإنما يراعي فيه مصلحة المتعلمين , وهذا هو الأصل وأريد من هذا أن من إتخذ عادة أن يعلم الناس ما بين كل أربع ركعات مثلا في صلاة القيام , إتخذ ذلك عادة , فتلك محدثة مخالفة للسنة ".
"Shalat malam di bulan Ramadhan disyariatkan hanya untuk semata-mata menambah pendekatan diri seorang hamba kepada Rabb-Nya. Oleh karena itu, kita tidak berpendapat akan bolehnya menjadikan shalat tarawih tercampur dengan hal-hal semisal penyampaian ilmu, ceramah atau yang lainnya.
Hendaknya momen shalat tarawih dijadikan momen murni untuk beribadah. Adapun ceramah ada waktunya sendiri, tidak dibatasi waktu tertentu. Hal tersebut dilakukan dengan memperhatikan kemaslahatan para penuntut ilmu. Ini hukum asalnya.
Yang saya maukan dengan penjelasan ini ialah bahwa siapa yang menjadikan ceramah di setiap selesai dari empat rakaat dalam shalat tarawih sebagai kebiasaan, dikhawatirkan hal tersebut termasuk perkara yang baru yang menyelisihi sunnah". (Transkip dari kaset Silsilah Huda wan Nur nomor 693 dari menit ke 28)
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ditanya,
ما حكم الموعظة بين صلاة التراويح أو في وسطها ويكون هذا دائماً؟
Apa hukum memberikan nasehat disela shalat Tarawih, atau kadang dilakukan di tengah-tengah pelaksanaan shalat tarawih secara rutin?
Beliau menjawab :
" ... أما الموعظة فلا، لأن هذا ليس من هدي السلف , لكن يعظهم إذا دعت الحاجة أو شاء بعد التراويح، وإذا قصد بهذا التعبد فهو بدعة, وعلامة قصد التعبد أن يداوم عليها كل ليلة, ثم نقول: لماذا يا أخي تعظ الناس؟ قد يكون لبعض الناس شغل يحب أن ينتهي من التراويح وينصرف ليدرك قول الرسول عليه الصلاة والسلام: (من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة) وإذا كنت أنت تحب الموعظة ويحبها أيضاً نصف الناس بل يحبها ثلاثة أرباع الناس فلا تسجن الربع الأخير من أجل محبة ثلاثة أرباع, أليس الرسول صلى الله عليه وسلم قال: (إذا أمّ أحدكم الناس فليخفف فإن من ورائه ضعيف والمريض وذي الحاجة) أو كما عليه الصلاة والسلام, يعني: لا تقس الناس بنفسك أو بنفس الآخرين الذين يحبون الكلام والموعظة, قس الناس بما يريحهم, صلِّ بهم التراويح وإذا انتهيت من ذلك وانصرفت من صلاتك وانصرف الناس فقل ما شئت من القول. نسأل الله أن يرزقنا وإياكم العلم النافع والعمل الصالح، وأبشروا بالخير بالحضور إلى هذا المكان لأن: (من سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهل الله له به طريقاً إلى الجنة والحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين." انتهى
"Adapun nasihat yang berupa ceramah, sebaiknya tidak dilakukan. Karena yang demikian bukan termasuk petunjuk salaf. Akan tetapi, jika ada sesuatu yang perlu disampaikan atau dia ingin memberikan mau'idhoh, sebaiknya dilakukan setelah tarawih selesai.
Jika melaksanakan ceramah tarawih ini dimaksudkan darinya sebagai bentuk ibadah, maka ini bagian dari bid’ah. Dan salah satu pertanda, ceramah tersebut dimaksudkan sebagai ibadah adalah dengan melaksanakannya secara rutin setiap malam.
Kemudian, aku hendak bertanya: 'Mengapa engkau mengadakan ceramah disela tarawih wahai saudaraku?' Seringkali sebagian orang memiliki kesibukan sehingga ia menginginkan agar segera selesai dari shalat tarawih dan kemudian bergegas pergi karena mengharapkan pahala yang dikabarkan oleh Rasulullah,
من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب له قيام ليلة
"Barang siapa shalat Tarawih bersama imam hingga selesai, maka dituliskan baginya pahala shalat semalam suntuk"
Apabila engkau senang senang dengan adanya ceramah, atau mungkin misalnya setengah dari jamaah pun suka mendengarkan ceramah, atau bahkan tiga per empat jamaah menyukainya, maka janganlah membuat jamaah yang seperempat lagi terpenjara di masjid karena mengedepankan kesenangan dari tiga perempat jamaah lainnya.
Bukankah Rasulullah bersabda,
إذا أمّ أحدكم الناس فليخفف فإن من ورائه ضعيف والمريض وذي الحاجة
"Jika salah seorang dari kalian mengimami manusia, maka peringanlah shalatnya, karena di belakangnya ada anak kecil, orang tua dan orang yang memiliki hajat kebutuhan"
Atau yang semakna itu yang disampaikan oleh Rasulullah.
Maksudnya, janganlah samakan keadaan orang lain dengan keadaanmu atau dengan keadaan orang lain yang memang senang mendengarkan ceramah.
Hendaknya kamu menerapkan standar yang membuat semuanya merasa lega. Maka imamilah tarawih sampai selesai. Jika anda selesai dari shalat Tarawih dan manusia pun sudah selesai, sampaikan apa yang hendak anda sampaikan.
Kita memohon kepada Allah agar Ia menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat serta amal shalih. Ajaklah mereka dengan bahasa yang menyenangkan untuk menghadiri majelis ilmu.
من سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهل الله له به طريقاً إلى الجنة
"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan mudahkan untuknya jalan menuju surga"
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
(Kaset Liqa Bab al Maftuh no: 118)
Wallahu a'lam

0 Komentar