Subscribe Us

header ads

Hukum Memanfaatkan Diskon Akhir Tahun

Oleh : As-Syaikh Prof Dr Sulaiman Ar-Ruhaili - حَفِظَهُ اللّٓهُ تَعَالَىٓ -

Pertanyaan :

هذا السؤال عن التخفيضات الواقعة الآن في بعض الأسواق كثيرا؟
حكم التخفيضات في المتاجر نهاية السنة الميلادية، وهل هي مشاركة في احتفالاتهم بعيد الميلاد؟

Ini pertanyaan tentang diskon yang terjadi sekarang pada sebagian besar pasar?

Bagaimana hukum memanfaatkan diskon dalam perniagaan di akhir tahun Masehi, dan apakah ini termasuk turut serta dalam perayaan mereka? 

Jawaban :

ما في بأس أن يستفيد المؤمن من هذه التخفيضات؛ تخفيضات رأس السنة، لأنه بهذا لا يحتفل، وليس هذا من العيد ولكنها منفعة بذلت في هذا الوقت، فله أن ينتفع بها، لا سيما وأنّا نعلم أنه من الناحية الاقتصادية أن هذه التخفيضات ليست مبنية على الاحتفال براس العام، وإنما هي مبنية على تصفية الاعمال والميزانية في نهاية  العام فتتخلص الشركات من الموجود، والغالب أن الباقي إنما هو من الأرباح فتنزل الشركات الأسعار من أجل أن تتخلص من الموجود، ولذلك يبدءون قبل شهر ونصف من نهاية السنة، لأن شركات تبني ميزانياتها على السنة المالية فهو من حيث النظر الاقتصادية لا تعلق له بالاحتفال بعيد الميلاد. ولو كان ولو كان يفعلون ذلك من اجل عيد الميلاد، فإن هذا لا يضر المسلم الذي لا يحتفل معهم، فإن هذا ليس من شعائر العيد، وانما امر فعل في يوم العيد، وفرق بين ما يُفعل للعيد وبين ما يفعل بيوم العيد. ومن ذلك أيضا ما يعطى للموظفين المسلمين في ديار الكفر من بطاقات التخفيض التي تعمل يوم العيد؛ عيد الميلاد أو راس السنة، تعطيهم شركاتهم هدايا بطاقة التخفيض من الشركة، يجوز للمسلم ان يستعملها في ذلك اليوم، لأن هذا اليوم ليس من شعائر العيد، وإنما هو يفعل في العيد فهذا ما في حرج ولا بأس أن ينتفع المسلم بهذا. نعم.

Tidak mengapa seorang muslim memanfaatkan diskon-diskon ini : diskon tahun baru, karena dengan ini dia tidak sedang merayakan pesta, dan ini bukan termasuk hari raya akan tetapi ia adalah sebuah kemanfaatan yang diberikan di waktu ini, maka boleh baginya untuk memanfaatkan diskon tersebut, terlebih lagi dan kita tahu bahwa itu dari sudut pandang ekonomi bahwa diskon-diskon ini tidak dibangun di atas dasar perayaan tahun baru, akan tetapi ia hanyalah dibangun atas dasar likuidasi bisnis dan anggaran di penghujung tahun sehingga perusahaan melakukan cuci gudang, dan umumnya barang yang tersisa hanyalah berasal dari keuntungan sehingga perusahaan menurunkan harga-harga demi melakukan cuci gudang. 

Oleh karenanya mereka memulainya satu bulan setengah sebelumnya dari penghujung tahun, karena perusahaan membangun anggarannya berdasarkan tahun fiskal sehingga itu ditinjau dari sudut ekonomi tidak ada kaitannya dengan perayaan-perayaan hari besar Masehi. Dan kalau pun mereka melakukan itu oleh sebab hari besar Masehi, maka ini tidaklah membahayakan seorang muslim yang tidak merayakan bersama mereka, maka ini bukan termasuk dari syi'ar-syi'ar hari raya, akan tetapi suatu persoalan yang dilakukan di hari raya, dan ada perbedaan antara apa yang dilakukan untuk hari raya dengan apa yang dilakukan di hari raya.

Dari itu juga apa yang diberikan kepada para pegawai muslim di negeri-negeri orang-orang kafir berupa kartu-kartu diskon yang berlaku di hari raya; hari raya Masehi atau tahun baru, perusahaan mereka memberikan kepada mereka beberapa hadiah berupa kartu diskon dari perusahaan, boleh bagi seorang muslim untuk menggunakannya di hari itu, karena hari itu bukan termasuk dari syi'ar-syi'ar hari raya, hanyalah merupakan apa yang dilakukan di hari raya dan ini tidak mengapa, dan tidak mengapa seorang muslim memanfaatkan ini. Na'am. 

Wallahu'alam

Posting Komentar

0 Komentar