Subscribe Us

header ads

Hukum Orang Yang Berpuasa Namun Tidak Shalat

Oleh : Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah ta'ala

Pertanyaan :

ما حكم من يصوم ولا يصلي ؟

Hukum seseorang berpuasa tetapi tidak melaksanakan salat?

Jawaban :

الذي يصوم ولا يصلي لا يقبل منه صوم؛ لأنه كافر مرتد، ولا تقبل منه زكاة ولا صدقة ولا أي عمل صالح لقول الله تعالى: ﴿وما منعهم أن تقبل منهم نفقاتهم إلا أنهم كفروا بالله وبرسوله ولا يأتون الصلاة إلا وهم كسالى ولا ينفقون إلا وهم كارهون﴾. فإذا كانت النفقة -وهي إحسان إلى الغير- لا تقبل من الكافر، فالعبادة القاصرة التي لا تتجاوز فاعلها من باب أولى. وعلى هذا فالذي يصوم ولا يصلي كافر والعياذ بالله، وصومه باطل، وكذلك جميع أفعاله الصالحة لا تقبل منه

"Orang yang berpuasa namun tidak melaksanakan Shalat maka puasanya tidak diterima darinya; karena ia berada dalam kekufuran dan kemurtadan.

Tidak diterima pula darinya zakat, sedekah, maupun amal saleh lainnya, berdasarkan firman Allah Ta‘ala :

“Dan tidak ada yang menghalangi diterimanya nafkah-nafkah mereka kecuali karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak mengerjakan shalat kecuali dengan malas, serta tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka kecuali dengan rasa enggan.” (Surah At-Taubah : 54)

Jika infaq saja yang merupakan bentuk kebaikan kepada orang lain tidak diterima dari orang kafir, maka ibadah yang manfaatnya hanya kembali kepada pelakunya ( seperti puasa, haji ) tentu lebih utama lagi untuk tidak diterima.

Dengan demikian, orang yang berpuasa tetapi tidak melaksanakan shalat berada dalam kekufuran, puasanya batal, dan seluruh amal salehnya tidak diterima darinya."

___

Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, rekaman nomor (26)

Wallahu a'lam

Posting Komentar

0 Komentar