Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah berfatwa,
أجمع العلماء من أصحاب النبي ﷺ ومن تبعهم بإحسان إلى أنه لا يعتمد الحساب في الرؤية، حكى ذلك أبو العباس ابن تيمية وجماعة، وحكى بعضهم خلافاً شاذاً في ذلك.
"Para ulama dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik telah bersepakat (Ijma') bahwa perhitungan astronomi (hisab) tidak dijadikan pijakan keputusan dalam hal rukyat (pengamatan hilal). Hal ini telah diriwayatkan oleh Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah dan sekelompok ulama lainnya. Meskipun sebagian mereka ada yang menyebutkan adanya pendapat nyeleneh (syadz) dalam masalah ini.
فالحاصل أن الحساب لا يعتمد عليه بنص الرسول ﷺ، فدعوى الناس أن الحساب ينبغي أن يعتمد عليه، وأنه متى ولد الهلال اعتمد ومتى لم يولد لم يعتمد هذا مصادم للسنة، ومصادم لقوله: إنا أمة أمية لا نحسب ولا نكتب،
Walhasil, hisab tidak dapat dijadikan sandaran berdasarkan redaksi dalil dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Jadi, klaim orang-orang bahwa hisab seharusnya menjadi sandaran (yang diistilahkan) bahwa kapan pun hilal sudah 'lahir' maka dianggap (masuk bulan baru), dan jika belum ‘lahir’ maka tidak dianggap; ini adalah pernyataan yang bertentangan dengan Sunnah. Hal itu juga bertentangan dengan sabda beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (yang artinya) : 'Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi; kami tidak biasa menulis dan tidak pula berhitung (hisab).'
هذا يجب أن يطرح، وأن يعمل بقوله ﷺ: صوموا لرؤيته الحديث.. لا تصوموا حتى تروا الهلال، والنبي ﷺ أنصح الناس وأفصح الناس وأعلم الناس وأكملهم أمانة، فلو كان يجوز للناس أن يعتمدوا الحساب لقال: إذا عرفتم الحساب وتبين لكم الحساب فاعتمدوه، يعرف أن يقول هذا الكلام، وهو أقدر الناس على الكلام عليه الصلاة والسلام، وهو مأمور بالبلاغ فقد بلغ البلاغ المبين عليه الصلاة والسلام،
Pendapat (hisab) ini harus dibuang, juga wajib mengamalkan sabda beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (yang artinya) : 'Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal)...'
Serta hadits (yang artinya) : 'Janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal.' Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling memberi nasihat, paling fasih, paling berilmu, dan paling sempurna amanahnya. Seandainya boleh bagi manusia untuk bersandar pada hisab, niscaya beliau akan bersabda : 'Jika kalian mengetahui hisab dan telah jelas bagi kalian, maka berpeganglah padanya.'
Beliau sangat mampu untuk mengucapkan kalimat tersebut, dan beliau adalah manusia yang paling cakap dalam berbicara, Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Beliau diperintahkan untuk menyampaikan risalah, dan beliau telah menyampaikannya dengan penyampaian yang sangat jelas.
فلم يقل للناس: احسبوا واعتمدوا الحساب إذا وجد فيكم من يحسب، ولا تزال الأمة أكثرها لا يعرف الحساب من شرقها إلى غربها، ثم لو عرفه نصفهم أو أكثرهم أو كلهم لم يجز لهم أن يعتمدوه؛ لأن عليهم الاتباع لا الابتداع، عليهم أن يتبعوا الرسول ﷺ
Beliau tidak pernah berkata kepada manusia : 'Hitunglah dan bersandarlah pada hisab jika ada di antara kalian yang bisa berhitung.' Lagipula, mayoritas umat ini masih banyak yang tidak mengerti hisab dari ujung Timur hingga Barat. Bahkan seandainya separuh dari mereka, atau mayoritasnya, bahkan jika seluruhnya mengerti hisab, tetap tidak boleh bagi mereka untuk menjadikannya sebagai pijakan. Karena kewajiban mereka adalah ittiba' (mengikuti dalil syari'at), bukan ibtida' (membuat bid’ah dalam agama). Mereka wajib mengikuti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam."
___
Sumber : klik disini
Wallahu a'lam

0 Komentar