Boleh memberikan zakat kepada korban banjir jika mereka menjadi fakir miskin dan berhutang. Hal ini dikuatkan oleh riwayat Muslim 1044 bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
يَا قَبِيصَةُ إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لاَ تَحِلُّ إِلاَّ لأَحَدِ ثَلاَثَةٍ …وَرَجُلٍ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ - أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ
Wahai Qobishoh, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali bagi salah satu dari tiga golongan, diantaranya adalah seorang yang terkena musibah yang menghilangkan hartanya, maka boleh baginya meminta-minta sehingga dia mendapati penghidupan.
Seorang tabi’in mulia, Mujahid bin Jabr al-Makki berkata : “Tiga golongan termasuk ghorimin (orang hutang) : seorang yang hartanya hanyut dibawa oleh banjir, seorang yang hartanya habis oleh kebakaran api dan seorang yang punya keluarga tapi tidak punya harta, maka boleh dihutangi dan dibantu untuk menafkahi keluarganya”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf 3/207 dengan sanad shahih).
Wallahu'alam
0 Komentar