Mayoritas tradisi Barzanji ini dilakukan untuk memasuki bulan Rabiul Awal, untuk menyambut Maulid Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Namun, selain menyambut Maulid Nabi, tradisi ini juga dilakukan pada setiap moment seperti pengajian, tasyakuran pernikahan, kelahiran anak, menjelang keberangkatan haji, bahkan yang terbaru yang dilakukan oleh warga Kelurahan Air Manis Kecamatan Padang Selatan (klik disini) untuk menyambut bulan suci Ramadhann.
Namun bagaimana hakikat tradisi Barzanji ini?
Jika menilik kitab Barzanji, terdapat bait-bait syair yang mengandung kesyirikan terutama ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Salah satunya bait yang terdapat dalam kitab Barzanji yaitu,
وَيْكَ قَدْ أَحْسَلْتُ ظَيِّي يا بَشِيرُ يَا نَذِيرٌ، فَأَعِذْنِي وَأَجِن يَا مُجِيْرُ مِنَ السَّعِيرِ
"Padamu (hai Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam) sungguh aku telah berbaik sangka. Wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan. Maka tolonglah aku dan selamatkan aku, wahai penyelamat dari Neraka Sa'ir"
Juga di antara isi kitab Barzanji adalah tulisan dengan judul “Qashidah Burdah” dari tulisan seorang yang bernama Al-Bushiry.
Isi dari tulisan ini di antaranya terdapat kalimat :
يا أكرم الخلق ما لي من ألوذ به ... سواك عند حلول الحادث العمم
“Wahai makhluk termulia (yakni Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam), siapa gerangan tempat aku berlindung selain engkau ketika terjadi marabahaya yang merata.”
Dan ucapannya :
فإن من جودك الدنيا وضرتها ... ومن علومك علم اللوح والقلم
“Karena sesungguhnya termasuk di antara kedermawananmu adalah adanya dunia dan akhirat. Dan termasuk di antara ilmumu adalah ilmu (yang terdapat dalam) Lauh dan Qalam).”
Dengan begitu, pernyataan dalam ucapan tersebut nyatanya mengandung kesyirikan, sebab mengharapkan perlindungan dan menyamakan ilmu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan Allah Azza wa Jalla.
Kitab Barzanji yang dipenuhi dengan kemungkaran aqidah didalamnya, maka selayaknya kaum muslimin tidak membacanya dalam keadaan apapun.
Menyambut bulan suci Ramadhan dengan tradisi dengan Barzanji pun juga tidak pernah dicontohkan dari Shahabat apalagi dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Wallahu'alam
0 Komentar