Subscribe Us

header ads

Bergembiralah Atas Kematian Tokoh Penyesat Umat

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saat orang yang menebar kerusakan di muka bumi meninggal, beliau mengucapkan :

يستريح منه العباد والبلاد والشجر والدواب

“Orang orang beriman, negeri, pepohonan, serta binatang binatang lega dengan kematiannya” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim) 

Lalu bagaimana sikap Ahlussunnah dalam menyikapi kematian tokoh bid'ah penyesat umat. 

Pertanyaan ini telah dijawab oleh Badruddin Al ‘Aini Rahimahullah, di dalam kitab Umdatul Qari :

فإن قيل : كيف يجوز ذكر شر الموتى مع ورود الحديث الصحيح عن زيد بن أرقم في النهي عن سب الموتى وذكرهم إلا بخير ؟ وأجيب : بأن النهي عن سب الأموات غير المنافق والكافر والمجاهر بالفسق أو بالبدعة ، فإن هؤلاء لا يحرُم ذكرُهم بالشر للحذر من طريقهم ومن الاقتداء بهم

“Jika ada yang menanyakan, ‘Apa boleh menyebut nyebut keburukan mayit, padahal ada hadis sahih dari sahabat Zaid bin Arqom Radhiyallahu ‘anhu yang menerangkan larangan mencela mayit dan perintah menyebutkan kebaikan kebaikannya?’

Saya jawab,

‘Larangan mencela mayit yang dijelaskan oleh hadis tersebut, berlaku kepada selain munafik, kafir. orang yang terang terang melakukan tindakan fasik atau bidah (kesesatan), Mayit mayit yang seperti itu tidak haram menyebut mereka dengan buruk, agar masyarakat berhati hati dari ajarannya dan tidak menjadikannya sebagai teladan'” (‘Umdatul Qari Syarah Shahih al-Bukhari, 8: 282, Darul Kutub Ilmiyah 1421 H) 

Salamah bin Syabib berkata : “Aku pernah duduk di dekat ‘Abdurrazaq As Shan’ani, lalu tibalah kabar kematian Abdul Majid (tokoh sesat di zamannya). Lantas ‘Abdurrazaq mengatakan :

الحمد لله الذي أراح أُمة محمد من عبد المجيد

“Segala puji bagi Allah yang telah melegakan Umat Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan kematian Abdul Majid” (Siyar A’lam An Nubala’, 9: 435, Mu-assasah Ar Risalah 1402 H) 

Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah pernah ditanya, “Berdosakah seorang merasa bahagia atas meninggalnya pengikut Ibnu Abu Dawud (tokoh sesat di zaman itu)?”

ومن لا يفرح بهذا؟!

“Orang beriman mana coba yang tidak bahagia?!” Jawab Imam Ahmad. (As Sunnah, karya Al Khalal, 5: 121) 

Saat tiba kabar kematian Wahb Al Qurasyi (tokoh kesesatan), kepada Abdurrahman bin Mahdi, beliau Rahimahullah berkata :

الحمد لله الذي أراح المسلمين منه

“Segala puji bagi Allah yang telah mengistirahatkan kaum muslimin dari gangguannya” (Tarikh Madinah Dimasq 63: 422, Darul Fikr 1415 H) 

Di dalam Bidayah wan Nihayah (12 / 338) Ibnu Katsir Rahimahullah berkata tentang kematian pemuka Syi’ah Rafidhah di zaman beliau yang bernama Hasan bin Shafi At Turki :

أراح الله المسلمين منه في هذه السنة في ذي الحجة منها، ودفن بداره، ثم نقل إلى مقابر قريش فلله الحمد والمنة، وحين مات فرح أهل السنة بموته فرحاً شديداً، وأظهروا الشكر لله، فلا تجد أحداً منهم إلا يحمد الله

“Allah telah melegakan kaum muslimin dari kesesatannya di tahun ini, di bulan Dzulhijjah. Dia dikubur di rumahnya, lalu dipindah ke pemakaman Quraisy. Segala puji bagi Allah. Di saat kematiannya, ahlussunnah riang gembira. Mereka menampakkan syukur kepada Allah. Tak ada satu pun ahlussunnah, kecuali memuji Allah atas kematiannya.”

Ketika Bisyr bin Al-Harits rahimahullahu berada di pasar, beliau mendengar kabar kematian Al-Marisi (tokoh kelompok sesat Jahmiyah) maka beliau berkata :

Seandainya pasar bukan tempat keramaian, maka itu menjadi tempat bersyukur dan bersujud. Alhamdulillah (segala puji bagi) yang telah mematikannya. (Tarikh Baghdad 7/66) 

Salamah bin Syabib berkata :

Aku dahulu pernah bersama Imam Abdurrazzaq Ash-Shan'ani lalu tiba-tiba sampai kepada kami berita kematian Abdul Majid (Tokoh kelompok Murji'ah). Maka beliau berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan umat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dari Abdul Majid. (Siyar A'lam An-Nubala' 9/435) 

Ketika sampai berita kematian Wahab Al-Qurasy (penyesat umat) kepada Imam Abdurrahman bin Al-Mahdi rahimahullahu maka beliau berkata :

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kaum muslimin darinya. (Lisan Al-Mizan 8/402)

Imam Ibnu Katsir rahimahullahu pernah berkata tentang kematian salah seorang tokoh ahlul bid'ah :

Allah menyelamatkan kaum muslimin darinya di tahun ini di bulan Dzulhijjah dan dia dimakamkan di rumahnya kemudian dipindahkan ke pemakaman Quraisy. Maka segala puji bagi Allah atas kenikmatan dan anugerah ini. Ketika orang itu mati maka Ahlussunah sangat bergembira atas kematiannya dan menampakkan rasa syukur kepada Allah. Sampai-sampai engkau tidak mendapati seorangpun dari mereka kecuali memuji Allah. (Al-Bidayah wa An-Nihayah 12/338)

Wallahu a'lam

Posting Komentar

0 Komentar