Apakah Harus Punya Gelar/Ijazah Dalam Berdakwah?


Oleh : Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafidzahullah

لا بد من العلم ما كل من حمل الشهادة يصير عالما لا بد من العلم والفقه في دين الله والشهادة ما تدل على العلم قد يحملها وهو أجهل الناس وقد لا يكون عنده شهادة وهو من أعلم الناس هل الشيخ بن باز معه شهادة هل الشيخ بن إبراهيم هل الشيخ بن حميد هل هم معهم شهادات ومع هذا هم أئمة هذا الوقت . الكلام على وجود العلم في الإنسان والفقه في الإنسان لا على شهاداته ولا على تزكياته ما يعتبر هذا. والواقع يكشف الشخص إذا جاءت قضية أو حدثت ملمة يتبين العالم من المتعالم والجاهل

"Harus punya ilmu. Tidak semua orang yang punya ijazah/gelar bisa menjadi orang yang berilmu. Harus berilmu dan memiliki pemahaman pada agama Allah. Ijazah/gelar tidaklah menunjukkan terhadap ilmu, terkadang orang yang memilikinya manusia yang paling bodoh. Terkadang seseorang tidak memiliki ijazah/gelar namun dia termasuk manusia yang paling berilmu. Apakah syekh Ibnu Baz, syekh Ibnu Ibrahim dan syekh Ibnu Humaid(ulama besar di zaman kita) mereka memiliki ijazah/gelar? Bersamaan dengan keberadaan mereka yang tidak memiliki ijazah/gelar, mereka menjadi imam di zaman ini.

Sebenarnya yang seharusnya menjadi pembahasan adalah tentang adanya ilmu dan pemahaman pada seseorang, bukan tentang ijazah/gelarnya dan tidak pula tentang rekomendasi-rekomendasi yang didapatkannya, ini tidaklah teranggap. Kenyataan yang akan menyingkap seseorang, tatkala datang suatu permasalahan atau bencana, niscaya menjadi jelas antara orang yang berilmu dan orang yang pura-pura berilmu serta orang yang bodoh." (Sumber : klik disini)

Tingginya gelar seseorang juga tidak menjamin akan keilmuan agama seseorang.

Asy-Syaikh DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,

الذين يتعلمون الآن كثيرون، والجامعات مفتوحة، والذين يتخرجون كثيرون، لكن ليس فيهم علماء، معه أرفع الشهادات ولو تسأله عن أسهل المسائل لا يستطيع أن يجيب جوابا صحيحا

“Orang-orang yang belajar ilmu agama sekarang ini banyak sekali, universitas-universitas terbuka untuk mereka belajar, dan orang-orang yang lulus dari sana pun banyak, akan tetapi tidak ada yang benar-benar menjadi ulama di antara mereka, bersamaan dengan tingginya gelar-gelar mereka, seandainya engkau tanyakan kepadanya tentang permasalahan agama yang paling mudah sekalipun, dia tidak akan mampu untuk menjawab dengan jawaban yang tepat.”(Syarhu Kitabul Fitan wal Hawadits, 124)

Maka, sudah selayaknya seseorang jangan terlena dengan gelar yang ia miliki sehingga merendah orang lain.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :

"يوجد الآن من يحمل شهادة دكتوراه لكنه لا يعرف من العلم شيئًا أبدًا."

"Sekarang ini dijumpai orang yang bergelar doktor, namun dia tidak mengetahui sama sekali tentang ilmu agama (yang benar)." (Syarah Riyadhis Shalihin 1/1591)

Al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy rahimahullahu berkata :

"فكم من شخص عنده دكتوراه في الفقه الإسلامي و هو لا يفقه شيئا، وكم من شخص عنده دكتوراه في الحديث وهو لا يفقه حديثا، فهذه الشهادات تؤهل كثيرا من الناس لمناصب لا يستحقونها، و ماذا يغني عنك لقب دكتور و أنت جاهل بشرع الله).

"Betapa banyak orang yang memiliki gelar Doktor dalam ilmu fiqih islami sementara ia tidak memahami apa-apa, dan berapa banyak orang yang memiliki gelar Doktor dalam ilmu hadits, tetapi ia tidak faham hadits.

Dan Ijazah ini semua memberikan kedudukan pada banyak orang yang mereka tidak layak menempatinya, apa gunanya gelar doktor bagimu sementara kamu bodoh dengan syariat Allah. (Al-Makhraj minal fitnah hal 193) 

Wallahu'alam

Posting Komentar

0 Komentar