Fenomena Masa Kini : Ketika Belajar Kepada Da'i Yang Terkenal Saja


Ibnu Jama'ah al-Kinaniy asy-Syafi'iy rahimahullah berkata,

وليحذر من التقيد بالمشهورين وترك الأخذ عن الخاملين، فقد عد الغزالي وغيره ذلك من الكبر على العلم وجعله عين الحماقة.

"Berhati-hatilah dari hanya ingin belajar kepada orang-orang berilmu yang terkenal dan tidak mau belajar kepada orang-orang berilmu yang kurang terkenal. al-Ghazzaliy dan yang lainnya telah menilai hal tersebut sebagai kesombongan terhadap ilmu dan menjadikannya sebagai sebuah kebodohan itu sendiri." (Tadzkiratus-Sami' wal-Mutakallim fiy Adabil-'Alim wal-Muta'allim, karya Muhammad ibn Ibrahim Ibnu Jama'ah al-Kinaniy asy-Syafi'iy (hlm. 96)

Ibnu Jama'ah al-Kinaniy asy-Syafi'iy rahimahullah menyebutkan alasannya dalam perkataan beliau,

لأن الحكمة ضالة المؤمن يلتقطها حيث وجدها ويغتنمها حيث ظفر بها، ويتقلد المنة لمن ساقها إليه، فإنه يهرب من مخافة الجهل كما يهرب من الأسد، والهارب من الأسد لا يأنف من دلالة من يدله على الخلاص كائنا من كان.

"Karena hikmah adalah barang yang dicari oleh seorang mu'min. Dia akan mengambilnya di mana pun dia menemukannya, dia akan memanfaatkannya ketika dia telah mengambilnya, dan dia akan bersyukur dan berterima kasih kepada orang yang memberikannya kepadanya. Sesungguhnya dia lari dari kejahilan sebagaimana dia lari dari singa. Dan orang yang lari dari singa tidak akan menolak petunjuk dari siapa pun yang menunjukinya jalan agar terbebas dari kejaran singa tersebut."

Ibnu Jama'ah al-Kinaniy asy-Syafi'iy rahimahullah melanjutkan,

فإذا كان الخامل ممن ترجى بركته كان النفع به أعم، والتحصيل من جهته أتم.

"Jika orang berilmu yang kurang terkenal tersebut termasuk orang yang diharapkan keberkahannya, maka manfaat yang bisa didapat darinya itu akan lebih besar, dan menuntut ilmu darinya itu adalah lebih baik."

Wallahu'alam

Posting Komentar

0 Komentar