Jangan Diam Dalam Membantah Ahlul Bid'ah


Oleh : Asy-Syaikh Al-Allamah Zaid bin Muhammad Al-Madkhali rahimahullah

Pertanyaan : 

هل من منهج السلف السكوت على دعاة أهل البدع مراعاة لبعض المصالح ، وكذلك السكوت عن تبديع المبتدع والتحذير منه مراعاة للمصلحة ؟

Apakah termasuk manhaj salaf, membiarkan dai ahli bid'ah karena mempertimbangkan sebagian maslahat. Demikian juga mendiamkan membid’ahkan ahli bid'ah dan tidak mentahdzir dia karena pertimbangan kemaslahatan ?

Jawaban :

ليس من منهج السلف السكوت عن أهل البدع الداعين إليها مراعاة لبعض المصالح، وذلك لأن انتشار البدع في المجتمعات يفسد أهلها، ولا شك أن درء المفاسد مقدّم على جلب المصالح، كما لا يجوز السكوت عن ذكر المبتدع بما فيه؛

Bukan termasuk manhaj salaf membiarkan ahli bid'ah yang menyeru kepada kebid’ahan karena alasan sebagian maslahat-maslahat. Yang demikian itu karena tersebarnya bid'ah itu di masyarakat akan merusak penduduknya. Dan tidak ragu lagi kalau mencegah kerusakan itu didahulukan daripada meraih maslahat. Sebagaimana tidak boleh diam dari menyebutkan ahli bid'ah dengan kebid'ahannya.

لأن السكوت عنه يسبب ضررا على المجتمع، فلابد من ذكره ببدعته، ولابد من التحذير منه؛ نصيحة للمسلمين، وكل ذلك عند القدرة على البيان حسّا ومعنى، وفي الحديث الصحيح : ((من رأى منكم منكرا فليغيره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان)). الحديث.

Karena mendiamkan orang tersebut akan menyebabkan mudharat pada masyarakat, maka mesti menyebutkan orang ini dan kebid’ahannya, mesti memperingatkan umat darinya, sebagai nasehat bagi kaum muslimin. Itu semua dilakukan ketika ada kemampuan, baik zhahir maupun maknawi. Dalam hadits yg shahih :

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان.

“Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya, jika ia tidak mampu maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman.”

وانتشار البدع والسكوت عن الدعاة إليها ترك للمنكر بدون تغيير ، وذلك غير جائز في شريعة الإسلام التي جاء بها البشير النذير والسراج المنير تنزيل من حكيم خبير.

Dan tersebarnya bid'ah dan bersikap diam terhadap orang para dai yang mengajak kepada kebid’ahan, membiarkan kemungkaran tanpa dirubah, dan itu semua tidak boleh terjadi dalam syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pembawa kabar gembira dan peringatan, lentera yang bercahaya, diturunkan dari Dzat yang Maha Hikmah dan Mengetahui.

___

Al-Ajwibah Al-Atsariyah ‘anil Masaa’il Al-Manhajiyah 104

Wallahu'alam

Posting Komentar

0 Komentar