Jangan Ta'ashub (Fanatik)!


Asy Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkhali hafizhahullahu berkata,

إذا أخطأ شيخك وانتقده شيخ آخر والحق مع هذا الشيخ الآخر كن مع هذا الآخر وانصح شيخك ،انصحه .
لا تتعصب لا يجوز لك أن تتعصب له ، إن تعصبت له يشبه شيخ الإسلام هذا الصفة من الصفات بالتتار تعصبات جاهلية هذه ، الإسلام والمنهج السلفي برئ منها ونحن على هذا نربي ونبرأ إلى الله من تربية تخالف هذه التربية التي ارتضاها الله لنا وشرعها لنا ، لو أخطأ ابن باز وابن تيمية ونقده أحد بحق فلا تتعصب له ، انتقده بعلم وحجة يريد وجه الله عزّوجلّ ، لا تقول هذا يتكلم على ابن باز ولا على ابن تيمية إذا كان بحق وبأدب واحترام لأن الهدف ربط الناس بمنهج الله ولا نربطهم بأخطاء البشر كائنا من كان .
حتى لو أخطأ صحابي ما نقبل خطأه ، ما نقبل خطأه

"Jika syaikhmu (da'i) salah dan dikritik oleh syaikh (da'i) yang lain dan ternyata kebenaran ada bersama syaikh yang mengkritik tersebut maka berjalanlah bersama syaikh tersebut dan berilah nasehat kepada syaikhmu yang telah terjatuh kepada kesalahan. Jangan ta'ashub (fanatik)!

Tidak boleh bagimu untuk berta'ashub kepada syaikhmu (da'i) yang salah tersebut! Jika engkau berta'ashub kepadanya, maka Syaikhul Islam mensifati yang seperti ini termasuk sifatnya kaum Tatar. Ini adalah bentuk ta'ashub jahiliyyah. Islam dan manhaj salaf berlepas diri dari sifat yang demikian.

Di atas prinsip inilah (yaitu tidak berbuat ta'ashub) kami mentarbiyah dan kami berlepas diri kepada Allah dari bentuk tarbiyah yang menyelisihi tarbiyah yang Allah ridhai dan syariatkan kepada kita.

Jika sekiranya Bin Baz dan Ibnu Taimiyyah berbuat kesalahan lalu ada seseorang yang mengkritik dengan benar maka jangan berta'ashub kepada mereka berdua. Dikritik dengan ilmu dan hujjah karena mengharapkan wajah Allah azza wa jalla.

Jangan kemudian kita mengatakan, "Orang ini telah mencela Bin Baz dan Ibnu Taimiyyah."

Jika memang kritikan itu benar serta disampaikan dengan penuh adab dan rasa hormat maka diterima.

Karena tujuan utama dari semua ini adalah mengikat manusia dengan manhaj Allah.

Sehingga jangan sampai kita mengikat manusia dengan kesalahan manusia, siapapun orangnya.
Bahkan kalau seandainya yang salah tersebut adalah seorang shahabat nabi, kita pun tidak akan mengikuti kesalahannya."

Wallahu'alam

Posting Komentar

0 Komentar