Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ditanya,
النفاق الذي كان يخشاه السلف هو النفاق الأكبر؟
Kemunafikan yang dikhawatirkan oleh salaf adalah kemunafikan besar (nifaq akbar)?
Beliau menjawab :
لا، مرادهم -والله أعلم- النفاق الأصغر، الرياء، يعني هذا هو الأغلب، مثل ما قال ﷺ: أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر فسئل عنه فقال: الرياء؛ لأن الله جل وعلا يحميهم من النفاق الأكبر وقد علموا وتيقنوا والحمد لله،
Bukan. Yang dimaksud mereka -wallahu a'lam- adalah kemunafikan kecil (nifaq ashghar), riya' (beramal ingin dilihat orang), yakni inilah yang biasa terjadi. Seperti yang disabdakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam :
أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر ، فسئل عنه فقال : الرياء”
“Perkara yang paling aku khawatirkan terhadap kalian adalah syirik kecil. Beliau ditanya tentangnya, maka beliau menjawab, riya.”
Karena Allah 'Azza wa Jalla menjaga mereka dari nifaq akbar dan sungguh mereka telah mengetahui dan meyakininya -walhamdulillah-.
ولكن كون الإنسان يتظاهر بأشياء ولا يكون عليها خشوا أن يكون هذا من النفاق؛ كونه يتظاهر بأشياء ثم يخل بها هذا ما يضر، كونه يتعبد تارة ويترك تارة، يصوم تارة ويفطر تارة، يقرأ تارة ويسكت تارة، كل هذا، الحمد لله، الأمر واسع
Namun kondisi seseorang menampilkan beberapa hal sedangkan ia tidak berada di atasnya, membuat mereka khawatir kondisi ini termasuk nifaq. Kondisi seseorang menampilkan beberapa hal kemudian meninggalkannya, ini tidak mengapa. Kondisi seseorang terkadang beribadah dan terkadang meninggalkan seperti kadang ia puasa (sunnah) dan kadang tidak puasa, kadang membaca (al Qur'an) dan kadang tidak membaca. Semuanya ini -walhamdulillah- perkaranya longgar. (Fatawa ad Durus)
Fudhail bin I'yad berkata :
تَرْكُ الْعَمَلِ مِنْ أَجْلِ النَّاسِ رِيَاءٌ وَالْعَمَلُ مِنْ أَجْلِ النَّاسِ شِرْكٌ وَالْإِخْلَاصُ أَنْ يُعَافِيَكَ اللهُ عَنْهُمَا.
Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya dan (mengerjakan) amalan karena manusia adalah syirik, dan ikhlas adalah Allah menyelamatkan engkau dari keduanya. (Syuabul Iman (6469)
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah :
فالرياء وإن دق محبط للعمل وهو أبواب كثيرة لا تحصر .
"Riya itu sekalipun kecil sekali, dia bisa menghancurkan amalan. Dan riya itu memiliki banyak pintu yang tidak bisa terhitung." (Al-Wabil Ash-Shayyib 19
Berkata Ibnu Rajab - Al-Hambali - :
Disini terdapat titik yang halus, yaitu seseorang terkadang mencela dirinya diantara manusia yang dengannya dia ingin memperlihatkan bahwa dia adalah orang yang rendah diri, lalu dengannya dia terangkat derajatnya dan mereka memujinya dengannya, dan ini termasuk bab riya yang halus, sungguh telah diingatkan oleh para salaf saleh, berkata Mutarrif Bin Abdullah Syikhkhir - rahimahullah - :
كفى بالنفس إطراء أن تذمها على الملأ كأنك تريد بذمها زينتها وذلك عند الله سفه
"Cukuplah dikatakan menyanjung diri sendiri engkau mencelanya di khalayak ramai, seakan dengan mencelanya engkau inginkan hiasannya, dan itu disisi Allah adalah kedunguan". (Syarh Hadits ma Dzibaani Jai'ani (88)
Wallahu'alam

0 Komentar