Kesalahan Seorang 'Alim Tidak Boleh Diikuti


Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :

وأن العالم قد يزل ولابد إذ ليس بمعصوم فلا يجوز قبول كل ما يقوله، ونزل قوله منزلة قول المعصوم ، فهذا الذى ذمّه كل عالم على وجه الأرض وحرّموه وذموا أهله ، وهو أصل بلاء المقلدين و فتنتهم،
فإنهم يقلدون العالم فيما زلّ فيه وفيما لم يزلّ فيه ، وليس لهم تمييز بين ذلك ، فيأخذون الدين بالخطأ ولابد
فيحلون ما حرم الله ، ويحرمون ما أحل الله ، ويشرعون مالم يشرع ولابد لهم من ذلك ، إذ كانت العصمة منتفية عمن قلدوه
والخطأ واقعٌ منه ولا بد .

Setiap ‘Alim (orang yang berilmu) terkadang tergelincir dan itu pasti, karena seorang ‘Alim itu bukan orang yang Ma’shum (tidak pernah bersalah), sehingga engkau tidak boleh menerima semua yang diucapkannya dan tidak boleh pula mendudukkan ucapannya kepada kedudukan ucapan orang yang Ma’shum (yaitu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam).

Dan ini yang telah dicela oleh semua ‘Alim yang ada dimuka bumi ini, bahkan mereka mengharamkan perbuatan seperti ini, dan mereka telah mencela pelakunya.

Dan ini adalah sumber petaka orang-orang yang taqlid (membebek buta) dan sumber fitnah mereka. Karena mereka bertaqlid kepada ‘Alim pada perkara yang mereka tergelincir padanya dan pada perkara yang mereka tidak tergelincir padanya, dan mereka tidak memiliki pembeda diantara hal tersebut.

Sehingga mereka mengambil agama ini dengan kekeliruannya dan itu pasti, sehingga mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah Azza wa Jalla dan mengharamkan apa yang di halalkan Allah Azza wa Jalla, mereka mensyariatkan apa yang tidak di syariatkan Allah Azza wa Jalla dan ini pasti terjadi pada yang demikian.

Karena penjagaan sifat tidak pernah keliru ini tidak ada pada orang yang dia taqlid padanya, sedangkan kekeliruan itu pasti terjadi pada seorang 'alim (orang yang berilmu). (I’lamul Muwaqqi’in 2/ 132-133)

___

Lihat Jinayatu At-Tamayyu’ ‘ala Al-Manhaji As-Salafy Li Syaikh Ubaid bin ‘Abdillah Al-Jabiri حفظه الله hal:11 

Wallahu'alam

Posting Komentar

0 Komentar