Terjadi silang pendapat di antara ulama ahlussunnah mengenai keutamaan khusus malam nisfu Sya'ban. Sebagian ulama menyatakan, semua Hadits yang menunjukkan adanya keutamaan khusus malam nisfu Sya'ban adalah hadits yang lemah Sebagaimana pendapat Imam Abu Bakar Ath-Thurthusiy rahimahullah dalam al-Hawadits Wal Bida' hlm. 130-131.
و روی ابن وضاح عن زيد بن أسلم قال " ما أدركنا أحدا من مشيختنا ولا فقهائنا يلتفتون إلى النصف من شعبان، ولا يلتفتون إلى حديث مكحول، ولا يرون لها فضلا على ما سواها . وقيل لابن أبي مليكة إن زيادا النميري يقول : إن أجر ليلة النصف من شعبان كأجر ليلة القدر فقال " : لوسمعته ويبدي عصاء الضريته "وكان زياد قاصا.
"Diriwayatkan oleh Wadhdhaah dari Zaid bin Aslam beliau berkata, kami belum pernah mendapati seorang pun dari tokoh terpandang dan ahli fikih kami yang mereka turut menghadiri perayaan nisfu Sya'ban. Mereka juga tidak menoleh kepada hadits Makhul (karena hadits tersebut lemah). Mereka juga tidak berpendapat adanya keutamaan pada malam tersebut dibandingkan malam-malam lainnya. Akan tetapi, sebagian ulama yang lain mereka berpendapat shahihnya dalil yang menunjukkan adanya keutamaan khusus pada malam nisfu Sya'ban.
Abdurrahman al-Mubarakfun rahimahullah berkata (W 1353 H),
العلم أنه قد ورد في فضيلة ليلة النصف من شعبان عدة أحاديث مجْمُوعُهَا يَدُلُّ عَلَى أَنْ لَهَا أَصْلًا
"Ketahuilah bahwasanya telah datang beberapa hadits yang menunjukkan adanya keutamaan khusus malam nisfu Sya'ban, kumpulan hadits-hadits tersebut menunjukkan bahwasanya pendapat tentang adanya keutamaan khusus malam nisfu Sya'ban memiliki dasar." (Tuhfatul Ahwazi (3/365)
Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim rahimahullah merupakan seorang ulama besar Islam yang terkenal dan abad ke 7 H sebagai seorang ulama yang sangat dihormati oleh para ulama ahlus sunnah wal jama'ah, selain keilmuan beliau yang luas beliau sangat berani dalam mempertahankan dan memperjuangkan kemurnian ajaran Islam, beliau dikenal dengan ibnu Taimiyah, beliau berkata,
وأما ليلة النصف فقد روي في فضلها أحاديث وآثار
"Sungguh telah ada hadits dan atsar yang menunjukkan keutamaan khusus malam nisfu Sya'ban." (Majmu' al-Fatawa (2/131-132)
Seorang ulama pakar hadits yang terkenal dari abad ke 14, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah (W 1420 H) berkata,
مما نقله الشيخ القاسمي رحمه الله تعالى في "إصلاح المساجد ( ص (107) عن أهل التعديل والتجريح أنه ليس في فضل ليلة النصف من شعبان حديث صحيح، فليس مما ينبغي الاعتماد عليه، ولئن كان أحد منهم أطلق مثل هذا القول فإنما أوتي من قبل التسرع وعدم وسع الجهد لتتبع الطرق على هذا النحو الذي بين يديك والله تعالى
"Penjelasan yang disebutkan oleh Syaikh al-Qosimi rahimahullah dalam kitab Ishlah al-Masajid dari beberapa ulama pakar hadits, bahwa tidak ada satupun hadits shahih tentang keutamaan khusus malam nisfu Sya'ban, merupakan penjelasan yang tidak layak untuk dijadikan sandaran.
Sementara, sikap sebagian ulama yang menyatakan tidak ada keutamaan khusus malam nisfu Sya'ban secara mutlak, sesungguhnya dilakukan karena terlalu terburu-buru dan tidak berusaha mencurahkan kemampuan untuk meneliti semua jalur untuk riwayat ini, sebagaimana yang ada di hadapan anda. Dan hanyalah Allah yang memberi taufiq" (Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (3/139)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
بعض الناس في النصف من شعبان يعمل الطعام ويتصدق به على الفقراء، يظن أن لهذا اليوم مزية في الصدقة وليس كذلك. الواقع أن هذه من البدع، وأن نصف شعبان ما له مزية هو كغيره من أنصاف الشهور، ليس فيه شيء إلا أنه إذا كان يصوم البيض صام النصف فقط، وأما تخصيص ليلة النصف بقيام أو يوم النصف بصيام فلا أصل له، ولم يثبت عن النبي ﷺَ في ذلك شيء.
Sebagian manusia pada nisfu Sya'ban biasa membuat makanan dan menyedekahkannya kepada fakir miskin. Mereka mengira bahwa hari itu memiliki keutamaan untuk bersedekah, padahal tidak demikian. Kenyataannya bahwa perbuatan itu merupakan perkara bid'ah.
Sungguh nisfu Sya'ban tidak memiliki keutamaan apapun. Ia sama seperti hari di pertengahan bulan-bulan yang lain. Tidak ada keutamaan sedikitpun, kecuali jika seseorang terbiasa puasa al-yaumul bidh (tanggal 13, 14 dan 15), maka ia boleh puasa hanya pada hari-hari itu saja di bulan Sya'ban.
Adapun mengkhususkan shalat pada malam nisfu Sya'ban atau berpuasa pada siang harinya, maka perbuatan ini tidak ada dalilnya. Tidak ada sedikitpun dalil shahih dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tentang hal tersebut. (Silsilah Liqa-at Al-Bab Al-Maftuh vol.222)
Wallahu'alam

0 Komentar